Sabtu, 11 Agustus 2012

Mario Teguh, pun dengan halku


Mario Teguh
Cinta tidak dibangun oleh panjangnya waktu perkenalan, tapi oleh kesesuaian jiwa.

Jika dua jiwa tidak sesuai bagi satu sama lain, tidak ada jumlah waktu yang cukup untuk menjadikan mereka belahan jiwa.

Tapi jika jiwa mereka sesuai, bahkan sebelum mereka bertemu pun – mereka sudah belahan jiwa bagi satu sama lain, hanya saja belum ditemukan oleh Tuhan.

Mario Teguh – Loving you all as always
Sahabat saya yang hatinya baik,

Marilah kita berharap,
bahwa malam ini semua permintaan
yang kita naikkan ke langit
akan segera dijawab,

agar Tuhan membeningkan hati kita,
menjernihkan pikiran kita,
dan mengindahkan perilaku kita,

agar pantas bagi kita untuk dijadikan
sebagai kekasihNya
yang damai hatinya,
yang sehat tubuhnya,
yang baik rezekinya,
yang indah cintanya,
yang harmonis keluarganya,
yang harum namanya,
yang panjang umurnya,
dan yang berperan besar
bagi kebahagiaan sesamanya.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always
Kesimpulan setelah cukup lama menjadi pria:

Seorang pria yang dicintai oleh wanita adalah dia yang tidak harus tampan tapi cerdas, terdidik dan berwawasan luas, bersudut-pandang senior, berwibawa, berkemampuan besar untuk menghasilkan uang, berpengaruh dan dihormati secara luas,

DAN

menyerahkan keberhasilan, penghasilan dan harta kepada wanitanya, manja, menurut saat dibantu tampil hebat, lengket dan selalu kangen walau dekat.

Pria yang baik adalah hadiah Tuhan untuk wanita yang baik.

Mario Teguh – Loving you all as always

---------------

Semoga Anda – wanita yang masih sendiri tidak lama lagi disandingkan dengan pria idaman Anda, yang hidup sepenuhnya untuk kebahagiaan Anda, dan yang bersamanya Anda berdua akan hidup setia kepada satu sama lain sampai akhir waktu.

Aamiin

Jumat, 10 Agustus 2012

Inilah Tanda-tanda Lailatul Qadar


 Inilah Tanda-tanda Lailatul Qadar

Sabtu, 11 Agustus 2012, 04:45 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, ''Lailatul Qadar telah dikaruniakan kepada umat ini (umatku) yang tak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.'' (Al-Hadis).

Suatu hari, dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW berkisah kepada para sahabat tentang seorang seorang yang saleh dari Bani Israil. Orang tersebut menghabiskan waktunya selama 1.000 bulan  untuk berjihad fi sabilillah. Mendengar kisah itu, para sahabat merasa iri, karena tak bisa memiliki kesempatan untuk beribadah selama itu.

Usia umat Nabi Muhammad SAW memang lebih pendek dari umat terdahulu. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah merenungi hal itu. Nabi SAW pun bersedih, karena mustahil umatnya dapat menandingi amal ibadah umat-umat terdahulu.

''Dengan penuh kasih sayang yang tak terhingga, Allah SWT lalu mengaruniakan Lailatul Qadar kepada umat Nabi Muhammad SAW,'' ungkap Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitab Fadha'il Ramadhan. Menurutnya,  Lailatul Qadar adalah suatu malam karunia Allah yang sangat besar kebaikan dan keberkahannya.

Lalu apa sebenarnya Lailatul Qadar itu?  Dr HM Muchlis Hanafi,  pakar tafsir dari Universitas Al Azhar Mesir, mengungkapkan, Lailatul Qadar berarti malam yang penuh dengan kemuliaan. Pada malam itu, kata dia,  diturunkan Alquran yang memiliki kemuliaan, melalui seorang malaikat yang juga sangat mulia dan diterima seorang nabi yang juga sangat mulia.

''Qadar juga  bisa bermakna ukuran. Ukuran segala sesuatu itu ditetapkan pada malam itu, rezeki seseorang, apakah dia bahagia atau tidak? Sampai setahun ke depan ditetapkan pada malam itu,'' tutur Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ) itu.

Menurut Muchlis, Lailatul Qadar memiliki sejumlah keistimewaan. Betapa tidak. Pada malam itu, Alquran diturunkan. Selain itu, Lailatul Qadar itu lebih baik dari 1.000 bulan. Pada malam itu, kata dia,  para malaikat dan Ar-ruh (yang dimaksud adalah Malaikat Jibril) turun ke bumi.

''Para malaikat itu turun dengan membawa rahmat dan keberkahan,'' ujarnya. Yang tak kalah penting, malam yang istimewa itu membawa kedamaian, rasa aman kepada siapa saja yang menjumpainya sampai terbit fajar.

Dalam sebuah riwayat, papar dia,  yang dimaksud fajar adalah terbit fajar di keesokan harinya. Tapi hatta mathla'il fajr, berarti sampai tiba saatnya fajar kehidupannya yang baru di akhirat nanti.

Lalu adakah ciri-ciri akan datangnya Lailatul Qadar? Menurut Muchlis, tanda-tanda fisik seperti yang populer di kalangan masyarakat bahwa malam itu tenang, angin sepoi-sepoi, kemudian matahari di keesokan harinya berawan dan tidak terlalu panas, riwayat-riwayatnya tidak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya.

''Tanda-tanda fisik semacam itu secara logika, juga sulit diterima. Karena, sangat relatif, tergantung musim. Kalau musim hujan, ya,  pasti mendung, apalagi dengan perubahan iklim sekarang. Jadi, tanda-tanda fisik itu tidak bisa dijadikan ukuran. Tanda yang pasti adalah salaamun hiya hatta mathla'il fajr,'' paparnya.

Yang pasti, kata dia,  salah satu tanda yang pasti dari Lailatul Qadar adalah  orang selalu merasa damai,  selalu menebar kedamaian dalam hidupnya sampai dia meninggal dunia bahkan sampai dibangkitkan kembali menyongsong fajar kehidupan yang baru.

Tak ada seorang pun yang tahu kapan tamu agung itu akan datang. Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu akan menghampiri hambanya. Terlebih, sebagai tamu agung, Lailatul Qadar hanya dianugerahkan kepada orang-orang yang mendapat taufik dan beramal saleh pada malam itu.  Mengapa begitu? Supaya kita semakin giat mencarinya sepanjang hari, khususnya pada malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Prof Nasaruddin Umar, menambahkan Lailatul qadar itu memiliki banyak makna. Menurut dia, Lailatul Qadar bisa diartikan secara fisik bahwa betul-betul memang malam itu ada sesuatu yang istimewa.

Menurut dia, pada malam itu Malaikat turun berbendong-bondong sangat luar biasa dan hanya detik itu, menit itu atau jam itu. Adalagi yang memaknai lailatul qadar simbolis sesungguhnya. Laila artinya malam, malam bisa berarti keheningan, kesyahduan, kepasrahan, tawakal, kerinduan, kehangatan, termasuk juga kekhusyukan.

Sebagaimana banyak dijelaskan dalam berbagai buku sejarah, termasuk Sirah Nabawiyyah, Lailatul Qadar itu hanya terjadi sekali dalam setahun, yakni hanya pada bulan Ramadhan. Dan itupun, waktunya tidak ditentukan. Ada yang berpendapat, terjadi di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pakar hadis, Dr Lutfi Fathullah MA mengungkapkan, karena begitu mulianya Laailatul Qadar, Rasulullah saw mengajak seluruh sahabatnya, istri-istrinya sampai kepada pembantu-pembantunya untuk memperbanyak ibadah.  Karena itu, ketika istri-istri Rasulullah diminta untuk mencari Lailatul Qadar, Aisyah RA  berkata, Ya Rasulullah bagaimana kalau saya yang mendapatkan? Apa yang harus saya baca? Minta rumah, minta kekayaan atau minta yang lainnya?

Rasulullah mengajarkan bacalah,  ''Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa'fu anni (Ya Allah Engkalau Yang Maha Pengampun Lagi Maha Pemurah, Engkau senang mengampuni hamba-hambaMu karena itu ampunilah dosa-dosaku).''  Semoga, kita dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.



Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Damanhuri Zuhri

jumat 11 -8-2012


Sahabat saya yang baik hatinya, selamat pagi dan salam super!

Semoga Tuhan membantu kita hari ini untuk menjadi jiwa yang mandiri dan bertanggung-jawab bagi kebaikan hidup kita sendiri.

Masa untuk menggantungkan harapan kepada orang lain harus sudah selesai.

Marilah kita hanya berharap kepada Tuhan, menghadapkan wajah kita dalam doa hanya kepadaNya, mengabdikan keseluruhan kebaikan hidup kita kepadaNya, dan mendasarkan semua cinta kita atas cinta kita kepada Tuhan.

Semoga dengan penyerahan jiwa dan diri kita yang seutuhnya kepada Tuhan, setiap dari jiwa kita dijauhkan dari kesedihan, dari kekhawatiran, dari ketakutan, dan dari penderitaan.

Semoga setiap jiwa, terutama Anda, hari ini rezekinya dialirkan dengan lancar dan teratur, semoga kesehatan Anda diutuhkan, semoga hati Anda didamaikan, dan semoga cinta Anda disetiakan.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always

---------------

Untuk Anda yang masih sendiri, semoga doa kita hari ini adalah pengakhir masa penantian Anda, sehingga Anda akan dipertemukan dengan pribadi baik yang resep di hati Anda, yang indah tutur kata dan perilakunya, yang rajin bekerja, yang jujur memelihara amanah, yang baik rezekinya, dan yang menyerahkan keseluruhan keberhasilannya hanya untuk Anda.

Aamiin

Sertakanlah doa khusus yang Anda inginkan kami semua juga mengaminkannya.

Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan merekah dalam kehidupan kita hari ini.

Aamiin

Kamis, 02 Agustus 2012


 Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.
Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang (merasa) selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.
Metode penelitiannya sebagai berikut:
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.
Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.
Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Warren Buffet/apollokidz.com
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya.
Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.
Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.
Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.
Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya.
Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit".
Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

=====
Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.
Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung...
Sumber

Nih, Rahasia Agar Selalu Beruntung


 http://www.apakabardunia.com

Nih, Rahasia Agar Selalu Beruntung

Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.
Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang (merasa) selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.
Metode penelitiannya sebagai berikut:
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.
Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.
Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya.
Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.
Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.
Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.
Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya.
Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit".
Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

=====
Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.
Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung...
Sumber

Agar Orang Menyenangi Kita


Pernah berada di lingkungan baru, seperti tempat kerja, sekolah baru, atau apa pun yang membuat kita merasa asing? Memulai pertemanan di tempat baru tentu butuh cara agar orang lain mau menerima kita, kalau perlu mereka senang dengan kehadiran kita.
Ada beberapa kiat agar orang menyenangi kita, sehingga hubungan selanjutnya jadi lebih baik.
1. Sungguh-sungguh berminat terhadap orang lain.
Cara pertama membuat orang lain menyukai kita adalah dengan menunjukkan minat terhadap orang lain. Berminat terhadap orang lain dapat berarti suka bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini berkaitan erat dengan tingkat kecerdasan sosial yang kita miliki. Semakin baik kecerdasan sosial yang kita miliki, akan memudahkan kita untuk bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Hal inilah
nantinya yang akan membuat orang lain tersebut menyenangi diri kita. 
Selain itu, kita akan mendapatkan lebih banyak kawan dalam waktu 2 bulan dengan cara menjadi tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang kita peroleh dalam waktu 2 tahun dengan cara mengusahakan orang lain tertarik pada anda.

2. Tersenyumlah
Prof. James V. Mc Connell, seorang psikolog dari Michigan pernah berkata: “Orang yang tersenyum, cenderung mampu mengatasi, mengajar dan menjual dengan lebih efektif dan membesarkan anak-anak yang lebih bahagia”. 
Dengan tersenyum kepada orang yang kita jumpai, menunjukkan bahwa kita senang berjumpa dengan dia. Senyuman yang tulus bermakna bahwa kita sedang merasa senang. Dan rasa senang merupakan salah satu bentuk emosi positif yang dapat kita “tularkan” kepada orang lain. Kondisi yang menyenangkan inilah yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan lebih baik.
Nah, bagaimana kalau pada saat itu kita tengah mendapatkan masalah? Paksakan diri untuk tersenyum. Latihlah diri kita untuk mampu tersenyum bagaimanapun masalah menghimpit kita. Dengan memaksakan diri untuk tersenyum, akan mampu mengurangi rasa kesal/marah/sedih yang timbul karena adanya masalah.
Sebuah pepatah Cina kuno mengatakan: “Seseorang tanpa wajah tersenyum tidak boleh membuka toko”. Apa makna dari pepatah tersebut? Ya, senyuman yang diberikan oleh pelayan toko, akan membuat pembeli merasa senang untuk belanja di toko tersebut yang pada gilirannya nanti akan menjadi pelanggan setia. Makna yang lebih luas adalah dengan tersenyum kepada seseorang akan membuat orang tersebut menyukai kita dan segala hal yang berhubungan dengan kita(termasuk usaha kita).

3. Ingatlah nama seseorang
Yakinkah pembaca bahwa rata-rata orang menaruh minat kepada namanya sendiri dari pada nama orang lain di dunia ini? Oleh sebab itu, agar kita disenangi oleh orang lain maka kita perlu menyebut nama orang tersebut ketika bertemu dengannya. Ingatlah dengan baik nama orang itu, dan panggil nama itu dengan nada yang bersahabat. Jika hal itu sudah dilakukan, maka berarti kita sudah memberikan pujian kepadanya.
Hati-hati, jangan sampai salah menyebut nama seseorang, karena hal itu akan menimbulkan rasa yang kurang enak dihati orang yang punya nama. Oleh sebab itu, agar kita disenangi oleh orang lain, mari kita berlatih untuk mengingat nama seseorang.
4. Jadilah pendengar yang baik.
Tuhan menciptakan manusia dengan satu mulut dan dua telinga. Hal ini berarti kita diminta untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Menjadi pendengar yang baik. Orang lebih suka kepada pendengar yang baik daripada pembicara yang baik. Menjadi pendengar yang baik merupakan suatu keterampilan dan kemampuan yang jarang dan susah untuk dimiliki.
Dale carnegie mengingatkan bahwa: “ orang yang menjadi lawan bicara anda seratus kali lebih tertarik dengan diri mereka, keinginan, masalah mereka dibandingkan dengan minat mereka pada anda dan masalah anda”
Oleh sebab itu, kita perlu mempelajari dan memiliki keterampilan menjadi pendengar yang baik. InsyaAllah, penulis akan mencoba menulis hal tersebut diwaktu mendatang.

5. Buat orang lain merasa penting
Cara terakhir yang dikemukakan oleh Carnegie adalah buat seseorang merasa dirinya penting. Apabila kita hanya mementingkan diri sendiri, sehingga tidak mampu memberikan perhatian dan penghargaan kepada orang lain, kita akan menemui kegagalan. 
Merasa diri kita orang penting dan menggangap remeh orang lain bukanlah suatu sikap yang terpuji. Hal itu akan menyebabkan kebencian terhadap diri kita. Orang akan cenderung menjauhi kita.

6. Bicarakan minat-minat orang lain
Sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, bahwa orang lebih suka dan tertarik untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan dirinya. Salah satunya adalah minat yang dimilikinya. Jika anda mengetahui bahwa orang yang menjadi lawan bicara anda menyukai masalah politik, ajaklah dia berbicara tentang situasi politik yang sedang berjalan. 
Tunjukkan kepadanya bahwa anda juga berminat terhadap masalah politik dengan memberikan berbagai tanggapan. Doronglah dia untuk berbicara lebih jauh tentang hal tersebut, sehingga menimbulkan semangat dalam diri mereka.
Adanya semangat untuk berbicara dengan kita, serta keinginan kita untuk membicarakan hal-hal yang menjadi minatnya itulah yang nantinya membuat dia menyenangi kita. Dia merasa nyaman dan enak bergaul dengan kita.

Satu hal terakhir yang patut dimiliki adalah: ketulusan. Tanpa hati yang tulus, seseorang tak akan bertahan dengan upaya menyenangkan orang lain agar orang tersebut berbalik menyenangi kita. Bagaimanapun, 6 langkah di atas bisa dirangkum dalam satu aturan utama: "Lakukan (hal baik) yang engkau ingin orang lain lakukan demikian terhadapmu."
Mau merasakan awal pekan yang menyenangkan? Ayo kita praktekan segera.

Sumber : 

Hukum Pikiran Bawah Sadar


Hukum Pikiran Bawah Sadar

http://kesehatan.kompasiana.com
HL | 30 July 2012 | 16:40 Dibaca: 436   Komentar: 5   6 dari 8 Kompasianer menilai bermanfaat

Mengapa buku “The Secret” dari Rhonda Byrne sedemikian tersohornya sehingga menjadi best-seller sepanjang masa? Ya, karena Byrne menulis tentang kekuatan pikiran – berdasar hukum tarik menarik – untuk mewujudkan suatu keinginan atau cita-cita.
Rahasia kehidupan, tulis Byrne, adalah hukum tarik menarik, hukum alam. Hukum ini sama pentingnya dengan hukum gravitasi. Konon rahasia yang telah berabad-abad ini telah dipahami oleh orang-orang ternama dalam sejarah seperti Plato, Galileo, Beethoven, Edison, dan Einstein. Dengan menguasai Secret, kekuatan untuk menggerakkan dunia ada ditangan anda. Pikiran bersifat magnetis dan memiliki frekuensi. Selama kita berpikir, pikiran-pikiran dikirim ke semesta dan pikiran-pikiran itu akan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Penciptaan selalu terjadi.
Setiap kali seseorang mempunyai pikiran atau atau cara berpikir kronis yang panjang, ia sedang berada di dalam proses penciptaan. Sesuatu akan terwujud dari pikiran-pikirannya. Pikiran – yang secara universal disebut Mind – telah diketemukan Freud seabad yang lalu terdiri atas dua bagian, sadar dan taksadar atau bawah sadar atau nirsadar. Nah, sebuah “rahasia” lain diketemukan oleh para ahli peneliti, psikolog dan psikiater penyelidik hubungan pikiran sadar dan nirsadar ini dalam terwujudnya suatu keinginan, kehendak atau suatu cita-cita. Joseph Murphy, dalam The Power of Subconscious Mind, adalah salah satu dari para ahli peneliti yang sedikit mengungkapkan hal itu.
Kita mempunyai pikiran, yang sering disamakan dengan “jiwa”, “psyche”, atau “batin”. Ada dua bagian dalam pikiran atau Mind ini, yaitu bagian sadar atau rasional, dan bagian nirsadar atau bawah sadar yang irasional. Kita berpikir dengan pikiran sadar, sedang yang kita pikirkan secara kebiasaan akan mengendap dalam pikiran nirsdar yang membentuknya sesuai dengan sifat pikiran kita. Pikiran bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan pikiran yang kreatif. Bila kita berpikir baik (positive thingking) maka kebaikanlah yang akan terjadi. Sebaliknya bila kita berpikir jelek atau jahat, kejelekanlah yang akan terwujud.
Hal penting yang perlu diingat ialah bahwa sekali bawah sadar menerima suatu gagasan atau ide, ia mulai mengerjakannya. Adalah suatu kenyataan menarik dan halus bahwa batin nirsadar bekerja bagi gagasan baik maupun gagasan jelek/jahat. Hukum ini, bila diterapkan secara negatif, merupakan sebab dari segala kegagalan, kekecewaan dan ketidakbahagiaan. Seperti hampir semua pasien-pasien saya yang selalu mengatakan; “Wah aku tak bisa”, “Nanti malam aku pasti tak bisa tidur”. Maka hukum alam akan mewujudkan hal itu seketika. Berapapun banyak obat tidur yang saya berikan dia telan, ia tak akan bisa tidur karena pikiran dn perkataannya itu sudah masuk bawah sadarnya. Seperti juga pasien-pasien saya gangguan cemas yang setiap bangun pagi sudah berpikir “Ah, aku pasti cemas lagi hari ini”, atau “Wah, nanti jangan-jangan………” nah cemasnya akan langsung timbul dengan hebat meki obat anti cemas dosis tinggi sudah ditelannya dobel.
1343640528139392258
Sebuah karya senirupa yg menggambarkan tentang otak dan pikiran manusia di Pameran ART/JOG/12 , Taman Budaya Jogyakarta, 20-28 Juli 2012 - dok.pribadi.
Penelitian psikologi dan psikiatri membuktikan bahwa bila pikiran disampaikan kepada batin bawah sadar, akan terbentuk kesan dalam sel-sel otak. Saat bawah sadar kita menerima ide apapun, segera mulai merubahnya menjadi efek. Bawah sadar bekerja melalui asosiasi gagasan-gagasan dan menggunakan tiap jimpit pengetahuan yang kita kumpulkan dalam hidup kita guna mencapai tujuannya. Ia menggunakan daya tak terbatas, enerji dan kebijaksanaan dari dalam diri kita sendiri.
Batin bawah sadar kita menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang kita percayai secara sadar. Tidak mempertimbangkan seperti batin sadar kita. Itu diandaikan tanah, yang menerima segala jenis benih, yang baik maupun yang buruk. Pikiran-pikiran yang aktif bisa diandaikan seperti benih. Pikiran yang negatif dan merusak terus bekerja secara negatif dalam batin bawah sadar kita.
Batin bawah sadar tidak mempedulikan apakah pikiran kita itu baik atau jelek, benar atau salah. Batin bawah sadar akan menerima hal itu sebagai benar dan langsung menimbulkan hasil dalam kenyataan, karena pikiran sadarkita telah menganggapnya sebagai kebenaran. Karena itulah selalu saya anjurkan pada pasien-pasien saya janganlah mengatakan saya sakit ini, sakit itu, kapan saya bisa sembuh dok, saya tak bisa kerja karena saya sakit. Itu berarti pikiran sadar anda telah “memvonis” diri anda sendiri, dan batin bawah sadar anda akan seketika mewujudkannya.
Padahal anda tidak sakit apapun, karena banyak dokter sudah memeriksa anda dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan tak ada kelainan apapun. Jadi selalu katakanlah tiap pagi bangun tidur : saya sehat, saya santai dan bahagia, tak ada suatu apapun yang mengkhawatirkan, saya sehat sejahtera dan bahagia, saya akan selamat menyetir mobil sampai tujuan, saya keerja penuh gairah dan kegembiraan hari ini dengan teman-teman saya.
Maka ucapan verbal atau hanya dibatin ini, sebagai pikiran sadar dan aktif, akan menelusup ke pikiran nirsadar dan memprosesnya otomatis, mempengaruhi seluruh sel-sel otak dan jaringan tubuh kita untuk secara pasti mewujudkan hal itu. Silahkan mencoba.

Yusuf Mansur Network



Yusuf Mansur Network
 · 1.624.521 menyukai ini
6 jam yang lalu · 
  • ‎( RAMADHAN ) AMALAN MALAIKAT - Banyak di antara kita yang lebih bersedih pada urusan-urusan sepele seputar duniawi; bersedih karena sedikitnya harta, bersedih karena belum mendapatkan jodoh, bersedih karena belum memiliki anak, bahkan ada yang bersedih karena karena kecewa dengan cinta yang tak abadi. Padahal dunia ini tempat persinggahan sementara. Kebahagiaan seseorang itu tidak diukur dari materi duniawi, melainkan dari kebenaran yang sedang ditegakkannya dan kedekatannya pada Allah SWT. Bersedih karena urusan-urusan duniawi tidaklah menenteramkan hati dan tidaklah menambah kebaikan apa pun kepada kita. Sebaliknya, kesedihan hanya menambah gejolak dalam jiwa kita.

    Jangan sampai juga kesedihan kita karena kesedihan kelalaian, dimana bersedih karena luput beramal shaleh, keburu ditinggal Ramadhan, atau keburu nyawanya lewat, ada cerita jamaah yang menyesali tidak mengajari istrinya, atau anaknya, itu sebuah cerita ditengah puluhan ribu email, bahkan beberapa kisah secara kosong dibawain tim ustadz dalam kajian Ramadhan, agar para yatim tidak terlalu sedih, para dhuafa tidak terlalu mengeluhkan nasib, para pemilik masalah siapapun harus menyadari kehidupan ini adalah ujian baik kaya dan miskin, jadi kadang harapan panjang angan2 memupus impian kita yang salah tempat, misalnya juga penyesalan karena saat ajal sudah sulit dan dipersulit beramal shaleh.

    Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)

    Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.

    Pertama, orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi, jadi pahala sedekah jauh lebih besar disaat kita pelit, disaat kita sedang pengen nabung duit, keutamaannya karena perjuangannya mmembebaskan rasa yang dibisikan syetan. Luar biasa.

    Niatan bersedekah dibangun untuk mendatangkan keredhoan Allah SWT, sebagai tujuan utama.

    Tujuannya ke Allah demi menghindari kesusahan duniawi dan terlebih lagi di akhirat. Hadist diatas tidak ditujukan kepada siapa kamu bersedekah atau sipenerima sedekahnya, artinya tujuan sedekah adalah nomor kesekian karena yang penting redho Allahnya dulu baru kemudian Insya Allah dipermudah.
    Misalnya baca lg status sedekah ikhlas bikin tobat pencuri, orang kaya dan pelacur di =http://alturl.com/6en9k

    Rasulullah SAW bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Mutafaqalaih)

    Berikutnya adalah patokan nilai, besarnya pahala tergantung dari kondisi keuangan orangnya.

    Bahkan yang nominalnya kecil dapat mengalahkan jumlah yang besar asalkan ikhlas menggantungkan harapan yang kuat kepada Allah SWT

    Misalnya Bersedekah satu dolar bisa jadi lebih baik dari pada bersedekah seratus ribu dollar. Jika seseorang hanya memiliki dua dollar kemudian disedekahkannya satu dollar, maka sedekah tersebut adalah lebih baik dari pada sedekah dari seseorang Billioner, tetapi hanya mensedekahkan seratus ribu dollar.

    Rasulullah SAW pernah bersabda, “Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi SAW menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersedekah dengannya, dan seorang lagi memiliki harta benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disedekahkannya. (H.R. An-Nasaa’i)

    Di bulan Ramadhan jangan sampai kita menunggu sampai ruh kita berada di tenggorakan, karena pada saat itu harta kita sudah dipastikan bukan milik kita lagi tetapi sudah menjadi milik ahli waris.

    Ramadhan kita seperti meniru amalan malaikat, gak makan dan gak minum menahan nafsu diantaranya, agar kenapa ? agar derajat kita sebagai manusia terangkat menjauhi ketanahan atau menjauhi unsur kebinatangan menuju unsur langit. Dimana malaikat sangat patuh dan langsung bersegera menunju perintah Allah SWT tanpa ba-bi-bu dan gak ada duanya, Insya Allah kebiasaan kita lah yang akan menjadikan jiwa mendekati kepada Hamba Allah yang sempurna, dan Allah yang menyempurnakan juga tergantung niat perjuangan kita juga, dan doa.