Senin, 23 April 2012

manajemen pembelajaran


UJIAN AKHIR SEMESTER
MATA KULIAH: MANAJEMEN SISTEM PEMBELAJARAN
DOSEN : DR. HENDI  SUHENDRAYA MUCHTAR, M.PD
SIFAT UJIAN: TAKE HOME
PROGRAM:  S2
NAMA:  IDA NURHAYATI    
NIM 4103810311014
Soal dan pembahasan:             
1.      Anda merupakana calon yang akan menyandang gelar Magister Manajemen Pendidikan. Dalam mengikuti proses perkuliahan disajikan berbagi mata kuliah, salah satunya adalah Manajemen System Pembelajaran. Apa pentingnya mempelajari mata kuliah Manajemen Sistem Pendidikan ini bagi anda sebagai calon penyandang gelas M.M.Pd. jelaskan argumentasi anda?
Pembahasan:
Pentingnya mempelajari manajemen system pembelajaran bagi mahasiswa yang akan menyandang gelar Magister Manajemen Pendidikan adalah:
Dimulai dari mengetahui danmemahami apa itu manajemem dan apa itu pendidikan dan pembelajaran
Management berasal dari to manage = mengatur
 DEFENISI MANAJEMAN MENURUT PARA AHLI ADALAH:
1. Koontz and Donnel (1972) ” management is getting thing done through the efforts of other people” (manajemen adalah terlaksananya pekerjaan melalui orang-orang lain )
2. Millet (1954) ” management is the process of directing and fasilitating the work of people organized informal group to achieve a desire goal” (manajemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorgasisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan
3. Davis (1951) “management is the fuction of the executive leadership any where” ( manajemen adalah fungsi dari setiap kepemimpinan eksecutif dimanapun)
4. Kimball and Kimball (1951)”management embraces all dities and function that pertain to the provicion of necessary is to operate and the selection of the principal office “( manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang meliputi penyusunan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar kebijaksanaa,penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan penyusunan kerangka organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya.
sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen mutlak diperlukan dalam setiap bidang kegiatan usaha yang melibatkan 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu dengan melalui kerja sama serta dengan memanfaatkan sumber-sumber lain.
Unsur-Unsur Manajemen
unsur manajemen adalah sesuatu yang menjadi bagian mutlak sebagai pembentuk manajemen banyak yang mengemukakan bahwa unsur manajemen seperti yang dikemukakan oleh G.R Terry dengan istilah the six M’S in management (5M didalam manajemen), yaitu man, money, materials, market, and methods.
sesuai dengan pengertian manajemen y aitu suatu kegiatan usaha kearah pencapaian tujuan tertentu dengan melalui kerja sama orang lain serta denga pemanfaatan sumber-sumber lain yang tersedia
maka unsur-unsur manajemen meliputi :
1. manusia (manusia pemimpin,manusia pelaksana,dan atau manusia objek pelaksana
2. tujuan yang hendak divapai sebagai pemegangan titik pengarahan
3. wadah yakni badan /organisasasi sebagaai tempat orang-orang melakukan kerja sama
4. alat atau sarana mencapai tujuan
5. kegiatan /aktivitas seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dsb
Sedangkan    fungsi manajemen, perencanaan menempati fungsi pertama dan utama di antara fungsi-fungsi manajemen lainnya. Misalnya : POAC, POSDCORB, PDCA dan PPP. Diantaranya  Fungsi Manajemen itu adalah:
1.      Planning ( perencanaan )
2.      Organization ( perorganisasian )
3.      Staffing ( pengelolaan staf )
4.      Directing ( pengarahan )
5.      Coordinating ( pengkoordinasian )
6.      Recording / Reporting ( pencatatan, perekaman / pelaporan )
7.      Budgetting ( pembiayaan )

Seorang manajer harus melakukan aktifitas-aktifitas dalam perencanaan antara lain: prakiraan ( forecasting ), penetapan tujuan (establishing objective), pemrograman (programming), penjadwalan (scheduling), penganggaran (budgeting), pengembangan prosedur (developping prosedure), penetapan, dan penafsiran kebijakan (establishing and interpriting policies).
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
Agar tercipta pembelajaran atau pengajaran yang efektif, perlu digunakan pendekatan, model atau metode pembelajaran yang tepat. Pemilihan pendekatan, model, metode mengajar/pembelajaran hendaknya didasarkan atas beberapa pertimbangan (Sukmadinata, 2007).

Mengingat hal tersebut di atas,  agar kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan efisien  sesuai dengan tujuan  yang ingin dicapai, maka perlu pengelolaan atau manajemen yang baik. Oleh karena itu mempelajari manajemen sistem pembelajaran sangat penting bagi mahasiswa yang akan menyandang Magister Manajemen Pendidikan yaitu :
1)                  Agar memahami, menjelaskan, mengidentifikasi, tentang manajemen sistem pembelajaran.
2)                  Mengetahui dan mengembangkan pembelajaran supaya aktif, kretatif, efektif, inovatif dan menyenangkan
3)                  Dapat mengatur proses  pembelajaran yang benar dan berkualitas
4)                  Dapat membuat perencanaan, mengorganisai, mengelola staf, dapat memberikan pengarahan, mengkoordinasikan, melaporkan dan mengatur pembiayaan yang berkaitan dengan pembelajaran dalam rangka meningkatkan manajemen pembelajaran yang baik.
5)                  Dapat menciptakan strategi manajemen strategi pembelajaran untuk masa depan yang lebih baik, link and match dengan lingkungannya melalui analisa SWOT, formulasi strategi implementasi dan penilaian serta pengendalian.
6)                  Dengan mempelajari manajemen system pembelajaran kita dapat menerapkan strategi penataan sekolah, strategi peningkatan mutu pembelajaran dan strategi peningkatan profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
7)                  Mengingat para lulusan magister manajemen pendidikan kebanyakan profesi sebagai guru yang sehariannya bergelut dengan pembelajaran bias langsung menerapkan ilmu tentang manajemen sistem pembelajaran, dengan manfaatnya bias langsung dinikmati oleh peserta didik.






2.         Dalam pengertian umum, pemerataan pendidikan merujuk pada layanan pendidikan, khususnya kegiatan proses pembelajar, diberikan kepada semua orang tanpa ada perbedaan atau pengecualian. Jika lebih tekhnis, orang dapat mengajukan pertanyaan, apakah kebijakan pemerataan yang dimaksud (Pemerintah) itu mencakup juga Pendidikan In Formal, pendidikan Non formal, dan Pendidikan formal? Apa komentar anda?
Pembahasan:
Bersadasarkan Undang-Undang RI No 20  tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 13 ayat 1 menyebutkan jalur pendidikan tediri atas pendidikan formal, non formal dan in formal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya / menambah satu sama lainnya.
Selanjutnya UU No. 20 tahun 2003 pasal 26 menyatakan bahwa:
a.      Pendidikan non formal diselenggarakan bagi warga belajar yang memerlukan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka ,mendukung pendidikan sepanjang hayat
b.      Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap kepribadian profesional
c.       Pendidikan non formal meliputi kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja pendidikan kesetaraan dan pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
d.      Satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus , lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan majelis taklim serta satuan pendidikan sejenis.
Berikutnya UU No. 20 Tahun 2003 pasal 27  menyatakan bahwa :
(1)   Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
(2)   Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.
(3)   Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud  pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Dengan demikian ketiga jalur pendidikan baik itu pendidikan formal, non formal dan in formal pada dasarnya memberikan pelayanan kepada masyarakat, Sehingga seluruh masyarakat berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Bila tidak terlayani oleh pendidikan formal, bisa masuk pendidikan non formal atau informal dengan eligalitas sama baik lulusan formal maupun lulusan non formal. Jadi Pemerataan pendidikan berlaku pada semua jenjang  bagi ketiga jalur pendidikan tersebut, yang digambarkan sebagai beikut:
Berdasarkan bagan tersebut di atas dalam Undang – undang Sistem Pendidikan Nasional No 20  Tahun 2003 ada 5 jalur dan jenjang pendidikan yaitu
1)      Pendidikan Anak Usia Dini
2)      Pendidikan Dasar
3)      Pendidikan Menengah
4)      Pendidikan Tinggi
5)      Pendidikan  Non Formal
6)      Pendidikan In- Formal
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Bab IV Hak Dan Kewajiban Warga Negara , Orang Tua , Masyarakat , Dan Pemerintah Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban Warga Negara Pasal 5
1.         Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperroleh pendidikan yang bermutu
2.         Warga negara yang memiliki kelainan fisik , emosional , mental , intelektual , dan / atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus .
3.         Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus
4.         Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakal istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus
5.         Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat

Pasal  6
1.      Setiap warga negara yang berusia tujuh samapi dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
2.      Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelengaraan pendidikan.
Bagian Kedua Hak dan Kewajiban Orang Tua Pasal 7
(1)  Orang tua berhak dan berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang pertimbangan pendidikan anaknya
(2) Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya.
Bagian ketiga , Hak dan kewajiban masyarakat Pasal 8
Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan.
Pasal 9
Masyarakat berkewajiban  memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan
Pasal 52
Pengelolaan satuan pendidikan nonformal dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan atau masyarakat.

JALUR PENDIDIKAN DI INDONESIA DI GAMBARKAN
3.      Menurut Colekta bahwa Fokus keluaran jalur pendidikan seperti bagan di bawah ini:
 
Apa yang bisa anda kritisi dari bagian di atas, serta bagaimana kita pendidk untuk bisa menyeimbangkan output ketiga jalur pendidikan tersebut. Serta bagaimana upaya anda agar multifel intelegensi siswnya bisa tergali?

Pembahasan:
Dari focus keluaran (OUTPUT) ketiga jalur pendidikan  yang tertera pada bagan di atas dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Untuk pendidikan formal , maka output yang diperoleh menekankan pada kecerdasan intelektual (kognitif) setelah itu sikap dan keahlian
b.      Untuk pendidikan informal maka hasil yang diperoleh menekankan kepada sikap (apektif), setelah itu keahlian dan kognitif (intelektual).
c.       Pendidikan non formal output atau hasil  menekankan kepada keterampilan (skill), selanjutnya intelektual dan sikap, untuk menyeimbangkan output ketiga jalur keluaran tersebut maka ditinjau menurut system pendidikan nasional UU no 20 tahun 2003 mencakup jalur atau sub system pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal yang saling berkaitan dan mendukung antara satu dengan lainnya baik dalam komponen, proses dan tujuannya. Pada jalur pendidikan formal sejak TK sampai dengan Perguruan tinggi lebih berorientasi pada tujuan untuk mengahasilkan keluaran (OUTPUT) yaitu lulusan yang memiliki perubahan perilaku dalam ranah pengetahuan(kognisi) yang kemudian diikuti oleh ranah apeksi dan psikomotorik. Unsur-unsur sub sistem pendidikan formal terdiri atas masukan yaitu input sarana (kurikulum, guru dan tenaga kependidikan lainnyadan sarana), input mentah (siswa/mahasiswa,) proses belajar mengajar, dan keluaran (output) yaitu lulusan berdasarkan penilaian terhadap perubahan kognisinya. Kuantitas lulusan inilah yang berkontribusi terhadap peningkatan angka pengangguran, karena mereka lemah dalam functional skill untuk menerapkan ilmunya dalam mendayagunakan potensi lingkungan (alam, sosial, budaya). Untuk memasuki dunia kerja kehidupan mandiri atau membuka lapangan kerja
d.      Dipihak lain sub sistem atau jalur pendidikan non formal yang dilakukan dalam satuan dan jenis pendidikan (kelompok belajar, kursus dan pelatihan serta satuan pendidikan yang sejenis) lebih mengutamakan keluarannya pada penguasaan fungsional skill (keterampilan produktif, teknik, social, fisikal,artistika, manajerial, atau kecakapan hidup lainnya), diikuti oleh ranah kognisi dan afeksi sehingga lulusanhya mampu memahami dan mendayagunakan lingkungannya dalam kehidupan mandiri serta diharapkan dapat membuka lapangan kerja. Unsur-unsur sub sistem pendidikan non formal terdiri atas input (masukan lingkungan, sarana, peserta didik,dan masukan lain, proses, tujuan yang mencakup antara lain yaitu keluaran (aoutput) dan tujuanj akhir (outcome). Sub system atau jalur pendidikan informal dilakukan dalam keluarga dan lingkungan yang lebih menitikberatkan pada ranah afeksi yang diikuti ranah skill dan kognisi
e.        

4.         Kelas 11 SMA swasta  “ JAUH KAMAMANA” yang muridnya berjumlah 27 orang, terdiri dari 13 orang perempuan dan 14 orang murid ladi-laki, kondisi murid dilihat dari status ekonominya relatif sama begitupun dari segi prestasi belajarnya. Pada hari sabtu jam 7 padi di depan kelas sudah berdiri guru leterampilan elektronik. Sebelum guru tersebut memulai denganmateri belajarnya, terlebih dahulu guru tersebut menenangkan suasana kelas, setelah kelas tenang guru tersebut, memulai dengan materinya dia memperkenalkan berbagai alat untuk memperbiki radio, pada siswanya untuk bertanya laalu di jawab oleh guru. Setelah itu guru memperagakan baimana alat-alat itu tersebut digunakan untuk memperbaiki radio. Setelah itu guru membagi jadi 7 kelompok, selanjutnya setiap kelompok harus memperbaiki radio dengan alat-alat yang sudah tersedia.
 Analisis langkah-langkah apa saja yang dikerjakan guru, serta metode apa saja yang digunakannya. Alasan apa yang mendasari guru tersebut menempuh  langkah-langkah itu?
Pembahasan:
Analisis langkah2 yang dikerjakan guru: 
1. Guru mengendalikan suasana kelas
2. Guru menjelaskan bahan praktek
3. Guru memperkenalkan berbagai alaat praktek
4. Tanya jawab
5. Guru memperagakan  fungsi alat2 yang akan digunakan praktek
6. Guru membagi siswa2 menjadi 7 kelompok
7. Masing-masing kelompok mencoba memperbaiki radio dengan alat-alat yang sudah disediakan.
Menurut  Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi  delapan fase yakni :
(1) Motivasi, 
(2) pemahaman,
(3) pemerolehan,
(4) penyimpanan,
(5) ingatan kembali,
(6) generalisasi,
(7) perlakuan, dan
(8) umpan Balik.

Langkah langkah yang ditempuh oleh guru itu adalah :
a).  Kegiatan pendahuluan :
Guru tersebut menenangkan suasana kelas supaya tenang  konsentrasi dan kondusif dalam menerima pelajaran, kemudian berdoa dan memotivasi siswa.
b).  Apersefsi
a. Mengenakan materi
b. Menjelaskan bahan dan alat belektronik
c. Menjelaskan fungsi-fungsi komponen-komponen alat elektronik.
Dalam langkah-langkah apersepsi ini ditujukan supaya  bias lebih dimengerti dan dipahami oleh siswa tentang materi yang akan diajarkan .
c).  Dengan metoda Tanya jawab.
Siswa menanyakan  materi yang belum jelas  kemudian guru menjawab sejelas mungkin. Metode ini supaya mengetahui kesulitan belajar siswa .
d). Metode Demontrasi
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan demontrasi adalah posisi siswa seluruhnya harus memperhatikan (mengamati) objek yang akan didemontrasikan. Selama proses demontrasi, guru harus sudah mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan seperti alat untuk memperbaiki radio. Perlu diperhatikan jangan sampai guru yang aktif sedangkan siswanya pasif. Metode ini digunakan untuk :
a.       Mengkongkritkan suatu konsep atau prosedur
b.      Bagaimana berbuat atau menggunakan prosedur secara tepat
c.       Meyakinkan bahwa alat dan prosedur itu dapat digunakan
d.      Membangkitkan minat menggunakan alat dan prosedur.
e). Metoda belajar koperatif.
a.       Membagi kelompok menjadi beberapa bagian.
b.      Setiap kelompok masing-masing menmgekspresikan  kemampuan yang dimiliki masing-masing untuk memecahkan permasalahan /soal yang diberikan guru.
c.       Setiap siswa dalam kelompoknya  memperaktekkan keterampilan mereka untuk memperbaiki radio.
d.      Metoda belajar ini dilakukan supaya siswa bisa bekerjasama dengan baik saling mengetahui kemampuan dari tiap kelompok . Dengan metoda ini diharapkan memperoleh hasil kreasi siswa yang maksimal.
e.       Setelah selesai bekerja kelompok, selanjutnya guru mempersilahkan kelompok terbaik untuk mendemontrasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan mengekpresikan keterampilannya serta memupuk rasa percaya diri sehingga anak menjadi terampil dan paham akan materi yang diajarkan pada saat itu.



5.  Sebelum  kita menentukan metoda apa yang akan kita digunakan terlebih dulu harus mempertimbangkan berbagai aspek. Aspek-aspek apa saja yang perlu dipertimbangkan tersebut, berikan penjelasan anda.

Pembahasan:
Metode merupakan langkah oprasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan belajar, oleh karena itu penetapan metode dalam kegiatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan.
Ketepatan pemilihan metode akan memperlihatkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran.Dengan demikian sebelum kita menentukan metode yang akan digunakan, maka kita perlu memperhatikan factor-faktor sebagai berikut:
a.    Faktor tujuan pembelajaran
b.    Faktor bahan belajar
c.    Faktor manusia
d.   Faktor waktu
e.    Faktor sarana penunjang
Penjelasannya adalah:
a.    Faktor tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran dalam pengertian kemampuan yang harus dimiliki peserta setelah selesai mengikuti proses pembelajaran.Bloom (1956) mengungkapkan bahwa kemampuan yang terapat pada tujuan dapat dikelompokkan kedalam tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor.
b.    Faktor bahan belajar
Pengaruh bahan belajar terhadap penetapan metode pada hakekatnya merupakan kelanjutan dari pengaruh tujuan pembelajaran. Bahan belajar merupakan bahan kanjian yang dipelajarri peserta . Dalam setiap pertemuan belajar menunjukkan bahwa bahan belajar memiliki keragaman dari segi jenis dan Gagne (1976) mengungkapkan bahwa bahan belajar terrsebut terdiiri dari: konsep, prinsip, prosedur dan fakta atau kenyataan yang ada. Dari setiap jenis tersebut memiliki tingkatan kesulitan yang terdiri dari: bahan belajar dasar, kelanjutan dan tinggi.
c.    Faktor manusia
Faktor-manusia dimaksudkan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran, yakni: pihak peserta dan pihak tutor. Peserta dalam system pembelajaran sebagai masukan mentah yang akan dirubah dalam proses pembelajaran. Tutor jangan terlalu memaksakan metode dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
d.   Faktor waktu
Faktor waktu dimaksudkan dengan jumlah dan banyaknya kesempatan dalam kegiatan pembelajaran , disamping kondisi yang tersedia untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.
e.    Faktor sarana penunjang
Kegiatan pembelajaran menuntut adanya sarana untuk meningkatkan hasil belajar semakin meningkat. Sarana merupakan seggala macam fasilitas yang dapat menunjang dan melengkapi terselenggaranya keggiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Sarana tersebut dapat berfungsi sebagai:
                                            i.         Fasilitas atau alat belajar dapat menunjang dan melengkapi alat-alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, seperti alat tulis, ruangan kelas, tempat, tempat duduk, buku bacaan, alat peraga dan lainnya sebagai alat-alat yang dibutuhkan untuk terselenggaranya kegiatan pembelajaran.
                                          ii.         Kelengkapan sarana dalam kegiatan pembelajaran mempunyai implikasi terhadap penetapan metode yang digunakan tutor dalam kegiatan pembelajaran.
                                        iii.         Secara konsep, bahwa sarana dapat mempengaruhi terhadap tingkat kualitas pemahaman peserta

6.      Pada waktu kita akan membagi kelompok untuk belaajar dari peserta didik, maka yang harus kita perhatikan terlebih dulu adalah tujuan apa yang hendak kita capai dari pembagian kelompok tersebut. Agar tujuan yang telah kita tetapkan dapat tercapai maka sudah barang tentu kita perlu memperhatikan berbagi dimensi untuk pembagian kelompok tersebut. Coba anda jelaskan dimensi apa saja yang harus kita perhatikan sebelum mengadakan pembagian kelompok tersebut?

Pembahasan :
Beberapa dimensi yang perlu diperhatikan meliputi strategi dalam kegiatan pembelajaran yaitu:
a.    Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikan dari dua pendekatan, yaitu:
                         i.          Secara sempit : strategi mempunyai kesamaan dengan metode berarti cara untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan/
                       ii.          Secara luas : strategi diartikan dengan cara penetapan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan belajar , termasuk dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan penilaian proses serta hasil belajar.
b.    Strategi pembelajaran dilihat dari segi sasaran terdapat dua sasaran yaitu
a). Bersentral kepada tutor: yaitu kegiatan pembelajaran banyak dimonopoli oleh tutor atau guru. Hal ini dilakukan karena:
                                      i.            Bahan belajar yang dipelajari adalah berupa konsep-konsep dasar, atau bahan belajar yang baru bagi peserta sehingga diperlukan informasi dari tutor
                                    ii.            Jumlah peserta belajar yang banyak, sehingga tidak memungkinkan untuk mempelajari secara mandiri dalam situasi belajar yang khusus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar